Para pemain opera tersebut tidak lain adalah para anggota Satpol PP yang menggunakan pakaian adat dari seluruh Indonesia. Tak hanya pakaian adat, para anggota Satpol PP yang biasanya terlihat garang dalam aksi penggusuran lihai menari dengan tarian adat dari berbagai suku di Indonesia.
Opera yang diberi judul Panca Wira Satya sendiri menceritakan napak tilas berdirinya satuan penegak Perda di Indonesia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara yang dihadiri ribuan anggota Satpol PP ini juga dihadiri oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono dan jajaran Pemprov DKI.
Satpol PP mulai lahir pada tahun 1941 dengan nama Dentasemen penjaga kota yang pertama kali dibentuk di Kota Yogyakarta, pada Tahun 1948. Nama Dentasemen lalu berubah menjadi Polisi Pamong Praja dan mulai dibentuk di beberapa daerah seperti Jakarta, Kalimantan, Sulawesi dan Bali yang akhirnya diikuti daerah lain.
Pada Tahun 1950 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan surat keputusan tentang Satuan Polisi Pamong Praja dan sejak saat itu, Satpol PP mulai eksis sebagai satuan penegak Perda. Satpol PP mulai dibentuk hingga di tingkat kecamatan dan kelurahan di Indonesia. (her/gun)










































