Terpidana tersebut bernama Subur (37). Ia menjalani hukuman seumur hidup karena terlibat dalam pengeboman di Bali bersama Amrozi cs.
Awalnya Patrialis mengajak Subur berdialog soal kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Nusakambangan yang ditinggali Subur sejak beberapa tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak Pak, tidak ada keluhan apa-apa," jawab Subur.
Pembicaraan pun mulai semakin akrab. Diiringi hujan rintik yang membasahi Nusakambangan, Patrialis mulai bertanya soal prinsip-prinsip hidup Subur.
"Saya datang ke Nusakambangan juga termasuk jihad," ucap Patrialis.
Pernyataan tersebut direspon secara negatif oleh Subur. Dengan wajah tenang, ia menjawab apa yang dilakukan Patrialis bukanlah jihad, melainkan hanya aktivitas rekreasi.
"Jihad itu membaca bismillah dan mengangkat senjata, kalau Bapak rekreasi," timpalnya.
Mendengar ucapan tersebut, Patrialis pun hanya tersenyum. Ia menegaskan, konsep jihad yang dipahaminya berbeda dengan konsep yang dijalankan Subur. Dialog pun ditutup dengan pemberian buku tentang zikir oleh Patrialis.
"Ini saya mau kasih buku soal zikir, judulnya zikir pagi dan petang. Tolong diterima yah, mudah mudahan bermanfaat," tutup Patrialis yang disambut senyuman oleh Subur.
(mad/Rez)











































