Pesawat Fokker 27 milik TNI Angkatan Udara sempat berputar dua kali di atas Sinabang, ibukota Kabupaten Simeuleu untuk melakukan pemotretan, Rabu (7/4/2010) sore. Dari ketinggian sekitar 1.500 kaki dari permukaan laut, hasil foto yang direkam tim teknis TNI AU maupun fotografer yang menggunakan kamera dengan lensa 16-35 mm dan telle 70 - 200 mm tidak menunjukkan adanya kerusakan masif.
"Tidak kelihatan di foto, ya karena memang kerusakannya tidak terlalu parah dan bangunan yang rusak juga tidak terkonsentrasi di satu tempat sehingga jika dipotret dari udara tidak kelihatan. Padahal kita tahu, kerusakan memang ada di sana," kata Rahmad Suryadi, salah seorang fotografer Medan yang ikut dalam penerbangan tersebut.
Dari pantauan udara, kata Kepala Dinas Operasi TNI Angkatan Udara Medan, Letkol Pnb Eduard Wisnu Murendro, kondisi Bandara Lasikin juga terlihat baik. Informasi awal yang menyebutkan tower rubuh ternyata tidak akurat.
"Kita lihat tadi dari pesawat, towernya masih berdiri. Ini makanya pemantauan udara ini penting untuk mengecek informasi yang sampai," kata Wisnu.
Sesi pemotretan yang dilakukan dari pesawat hanya berlangsung sekitar 15 menit. Setelah berputar dua kali, pesawat kemudian kembali ke Bandara Polonia, Medan.
(rul/Rez)










































