Aspek keamanan menjadi prioritas mengapa pendaratan tidak dilakukan.
"Panjang runway bandara sebenarnya cukup, namun landasan udara diperkirakan tidak akan mampu menahan berat pesawat. Sehingga kita putuskan hanya berputar saja," kata Kepala Dinas Operasi TNI Angkatan Udara Medan, Letkol Pnb Eduard Wisnu Murendro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melakukan penerbangan selama 45 menit dan tiba di atas kawasan Pulau Simeuleu, tim di dalamnya langsung melakukan sesi pemotretan dari ketinggian sekitar 1.500 kaki dari permukaan laut.
Sedari awal pilot dan tim teknis di Pangkalan TNI AU Medan memang sudah memperkirakan pesawat tidak akan dapat mendarat di Bandara Lasikin. Kemampuan bandara hanya bisa menahan beban sekitar 12.500 pound untuk pesawat yang mendarat, sementara pesawat Fokker 27 tersebut jika dalam keadaan tanpa cargo, beratnya mencapai 27.500 pound.
Dalam penerbangan ini turut serta Kepala Dinas Hukum TNI AU Marsekal Pertama TNI Sunarto, Komandan TNI AU Medan Kolonel Pnb Tata Endrataka.
(rul/amd)










































