"Sampai saat ini, kami masih yakin dia tidak terlibat," kata perwakilan keluarga Mardiyani, Burhanudin (47), di rumahnya, Perumahan Pandana Merdeka Blok C No 18 Ngaliyan, Semarang, Rabu (7/4/2010).
Burhan yang juga adik ipar Mardiyani menambahkan, saat kasus itu terbongkar, keluarga sempat kontak dengan Mardiyani. Menyitir pengakuan Mardiyani, Burhan menyebut kakak iparnya itu tak terkait langsung dengan kasus Gayus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Burhan mengaku saat ini, pihak keluarga agak syok dan hanya bisa berdoa. Tiap waktu, mereka memantau kasus itu melalui media massa.
Mardiyani, lanjut Burhan, jarang pulang ke rumah orang tuanya di Semarang. Putri pertama keluarga Marsudi itu hanya sesekali pulang di sela tugas. Dia pernah berdinas di Polda Jateng, Riau, dan terakhir di Mabes Polri.
Mardiyani pernah tampil dalam jumpa pers 19 Maret 2010 bersama jajaran tim penyidik Gayus pada 2009. Beberapa orang dalam jumpa pers itu telah dijadikan terperiksa seperti Brigjen Raja Erizman dan Brigjen Edmon Ilyas serta 2 perwira menengah lainnya.
Sedang penyidik lainnya, Kompol Arafat, dijadikan tersangka oleh tim Polri lainnya karena diduga turut merekayasa kasus Gayus. Disebut-sebut, Arafat menerima pemberian Gayus berupa Harley Davidson senilai Rp 400 juta.
(try/nrl)










































