Demikian diungkapkan Andi Arief, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, kepada detikcom, Rabu (7/4/2010).
"Hanya dalam 15 menit setelah terjadinya gempa, Posko SRCPB Wilayah Barat sudah berada dalam keadaan siap untuk melaksanakan instruksi tanggap darurat dari Presiden," kata Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi juga langsung memerintahkan dua stafnya berangkat ke Aceh. Di lapangan, BMKG segera mengeluarkan peringatan potensi tsunami yang kemudian dicabut pada pukul 07.04 WIB. Laporan yang didapatkan Andi dari Kota Sinabang menyebutkan bahwa aktivitas masyarakat di Pulau Simeulue berangsur pulih pada pukul 07.30 WIB.
"Selain kesiapan tanggap darurat yang semakin prima, sistem peringatan dini yang telah berlangsung di masyarakat juga membantu pemulihan situasi. Mereka punya kearifan lokal, yaitu melakukan langkah-langkah tertentu ketika tanda-tanda alam tertentu muncul. Hal semacam itu ternyata merupakan antisipasi untuk menghindarkan dampak yang lebih berat," ujar Andi.
(djo/nrl)











































