"Saya kira, kongres ini bukan hanya untuk plesiran, dan hura-hura saat penutupan.
Tetapi, merumuskan solusi dan program yang bisa menjadikan rakyat menangis menjadi
tertawa," kata pengamat politik LIPI Ikrar Nusa bakti dalam seminar di sela-sela Kongres PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Rabu (7/4/2010).
Ikrar berharap semua sumber daya PDIP baik yang di parlemen atau di tempat lain bisa
menerjemahkan komitmen Mega dalam pidato pembukaan. Jika hal itu bisa dilakukan, bukan tidak mungkin kepercayaan rakyat akan bisa kembali lagi.
Ikrar pun menyinggung soal konsistensi Bung Karno dalam mempertahankan agar kekayaan alam Indonesia tidak dikelola asing, sampai ada anak bangsa yang mampu mengelolanya. Meskipun pada akhirnya Soekarno menandatangani UU pengelolaan SDA, itu dilakukan dalam tekanan.
"Dengan mengikuti pola perjuangan dan teguhnya pendirian ala Bung Karno, PDIP bisa menjadi alternatif partai yang bisa secara nyata meningkatkan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.
(yid/fay)











































