"Rezim seperti Iran, dengan sanksi-sanksi akan cenderung membuat radikal," kata Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim kepada komite hubungan luar negeri Senat Brasil.
"Akibat dari peningkatan sanksi adalah negara itu akan semakin terisolasi. Sanksi selalu mengenai rakyat miskin... yang akan menyebabkan penduduk memberontak," cetus Amorim seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (7/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Amorim membantah pemerintah Brasil mendukung Iran. "Ini bukan masalah Brasil mendukung atau menentang Iran. Brasil memilih perdamaian dan solusi yang dinegosiasikan," tegas Amorim.
"Brasil ingin menjalin hubungan dengan Iran sama seperti dengan negara-negara besar lainnya," ujar petinggi Brasil itu.
Pemerintah AS dan Uni Eropa mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklirnya. Namun Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berulang kali menegaskan bahwa program nuklir Iran semata-mata bertujuan damai guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
(ita/nrl)











































