Kader PDIP Harus Kurangi Ketergantungan pada Mega

Kongres III PDIP

Kader PDIP Harus Kurangi Ketergantungan pada Mega

- detikNews
Rabu, 07 Apr 2010 14:21 WIB
 Kader PDIP Harus Kurangi Ketergantungan pada Mega
Jakarta - Pengamat politik Yudi Latif menilai sikap ketergantungan berlebihan dari kader PDIP kepada Megawati akan membahayakan masa depan partai ini. Ketergantungan kepada Mega harus dialihkan menjadi ketergantungan pada PDIP.

"Memang sampai saat ini, Bu Mega masih menjadi magnet yang tidak ada tandingannya.
Tetapi situasi ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada upaya, ketergantungan pada
kharisma personal ditransformasikan pada kharisma organisasi dan sistem," kata Yudi
kepada wartawan usai seminar tentang ideologi di lokasi Kongres III PDIP, Sanur, Bali, Rabu (7/4/2010).

Menurut Direktur Reform institute ini, jika gagal melakukan transformasi dari
kharisma Mega yang personal menuju kharisma institusi, PDIP akan menghadapi masalah besar. Hal bisa mengangu proses demokrasi dan eksistensi partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tokohnya sudah wafat, kan tidak ada pengganti yang bisa menyaingi Mega. Pada saat itu akan terjadi benturan, jika sistem dan institusinya tidak kuat," paparnya.

Untuk membuat format dan citra baru, Yudi berharap Mega mau menunjuk kader muda PDIP
untuk duduk di Kepengurusan DPP. Cara ini dinilai akan efektif menggambarkan PDIP
serius melakukan transformasi dari partai lama menjadi partai baru dengan SDM
baru.

"Perlu ada improvisasi dalam penyusunan pengurus nanti. Sebab, sebagai formatur
tunggal, Mega punya kewenangan untuk membuat citra baru pengurus DPP yang lebih
enerjik dan progresif," paparnya.

Mega pun disarankan tidak mengakomodir lagi kader yang terkena masalah hukum. "Saya kira, biar wajah baru PDIP ini benar-benar terasa. Posisi Ketua DPP harus diisi kader muda progresif dan memiliki reputasi seperti Ganjar, Maruarar, Budiman,
dan lainnya," paparnya.

Selain itu, Mega harus membuat struktur partai yang bisa mewakili kelompok
kepentingan. Hal ini penting untuk menambah jubir-jubir partai yang lebih merata.

"Jangan hanya mengandalkan Mega untuk menjadi jubir partai, tapi perluas dengan
membuat organisasi-organisasi sayap partai yang kerjanya kongkrit dan nyata,"
pungkasnya.

Untuk diketahui, dengan ditetapkannya Mega sebagai formatur tunggal, semua kader
PDIP selalu menjawab 'tergantung Bu Mega' saat dikonfirmasi tentang beberapa isu kongres. Mulai dari wacana posisi wakil ketua umum atau siapa calon sekjen yang pas. Sampai Taufiq Kiemas pun saat ditanya soal siapa sekjen dan struktur partai juga dijawab tergantung Mega.

(yid/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads