AS cuma akan merespons dengan senjata nuklir jika sebuah serangan dilakukan oleh negara nuklir atau negara yang tidak menandatangani atau melanggar NPT. Demikian seperti diberitakan harian Telegraph, Rabu (7/4/2010).
Hal itu tercantum dalam perubahan kebijakan strategis AS mengenai pengurangan senjata nuklir. Perubahan kebijakan yang disebut dengan Nuclear Posture Review (NPR) itu, mengingatkan negara-negara yang melanggar aturan termasuk Iran dan Korea Utara tetap menjadi target potensial serangan AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam NPR ditegaskan, AS hanya akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir dalam situasi yang ekstrem guna membela kepentingan-kepentingan vital AS atau sekutu-sekutu dan mitranya.
Dalam wawancara dengan New York Times, Obama berjanji untuk mengurangi peran senjata nuklir dalam strategi keamanan nasional AS dan fokus pada pengurangan bahaya nuklir abad-21.
Namun Obama menegaskan, dirinya akan tetap menggunakan segala cara untuk memastikan keamanan rakyat AS. "Saya akan menggunakan semua cara yang diperlukan untuk memastikan bahwa rakyat Amerika aman dan selamat," tegas Obama.
Pada 12-13 April mendatang akan digelar KTT Nuklir di Washington. Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, Obama dan para pemimpin dunia akan membahas cara-cara mencegah terorisme nuklir serta langkah-langkah untuk mengamankan material nuklir.
(ita/nrl)
