Prananda dan Puan di Mata Guruh Soekarnoputra

Kongres III PDIP

Prananda dan Puan di Mata Guruh Soekarnoputra

- detikNews
Rabu, 07 Apr 2010 12:46 WIB
Prananda dan Puan di Mata Guruh Soekarnoputra
Denpasar - Calon ketua umum DPP PDIP Guruh Soekarnoputra menilai Puan Maharani dan Prananda Prabowo harus banyak belajar lagi untuk menggantikan posisi ibunya mendatang. Ibarat mangga, jika dipaksakan dipetik maka rasanya akan tidak enak.

“Menurut saya, baik Puan atau Prananda, itu masih hijau dalam politik. Keduanya masih harus banyak belajar, “ kata Guruh kepada detikcom seusai acara jumpa pers di Segara Village, Selasa (6/4/2010).

Menurut adik kandung Mega ini, dalam kepemimpinan politik, seorang pemimpin tidak bisa dipaksakan muncul tanpa track record yang memadai. Jika pakem tersebut dilanggar, maka potensi kehancuran akan mengancam. Sebab, proses regenerasi memiliki logikanya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ibarat mangga, kalau belum saatnya dipetik, lalu tetap dipetik dan dikarbitkan, nanti kan tidak enak juga, kalau tidak busuk,” kata Guruh mengibaratkan proses kaderisasi trah Mega kepada Puan dan Prananda. 

Di mata Guruh, 2 keponakannya itu dianggap masih perlu belajar lagi soal ideologi Bung Karno dan komitmen memperjuangkan rakyat. Sebab, tanpa kedua hal di atas, seorang pemimpin di PDIP hanya akan mementingkan diri sendiri dan kelompoknya.

“Kalau mau melanjutkan perjuangan Bapak (Bung Karno), ya harus paham ideologi dan komitmennya kepada rakyat. Kalau tidak, jangan harap bisa jadi pemimpin yang baik. Saya kira, 2 keponakan saya itu masih harus banyak belajar," katanya.

Namun Guruh mempersilakan jika kedua anak Mega tersebut disiapkan menjadi pimpinan PDIP ke depan. “Silahkan saja, semua kan punya hak politik, asal jangan dipaksakan, jangan dikarbitkan,” ucapnya santai.

Kasih Nama

Dalam kesempatan itu, Guruh juga mengungkapkan dirinyalah yang memberikan nama Prananda dan Maharani. Hubungan ia dan keponakan-keponakannya itu pun terbilang baik-baik saja.

“Prananda itu saya yang memberi nama. Kalau Prabowo saya tidak ikut memberi. Begitu juga dengan nama Puan maharani. Saya mengusulkan nama Maharani, kalau Puan-nya saya tidak tahu siapa yang memberi,” terangnya.

Terkait hubungannya dengan Prananda, Guruh mengaku tidak punya hubungan yang khusus. Namun, Guruh mengakui jika keponakannya dari suami Mega yang pertama itu memang pria yang kreatif.

"Kalau soal kemampuannya dalam memahamai ajaran Bung Karno, biasa saja menurut saya. Tetapi dia memang kreatif. Saya kan suka mengumpulkan foto dan dokumentasi, nah dia membantu saya mengkoleksi dokumen-dokumen itu. Bahkan kadang, dia yang memberi tahu saya soal ada bahan dan data tentang bapak,” terangnya.

(yid/amd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads