Iran Mengklaim AS Telah Menculik Ilmuwan Nuklirnya

Iran Mengklaim AS Telah Menculik Ilmuwan Nuklirnya

- detikNews
Rabu, 07 Apr 2010 09:35 WIB
Iran Mengklaim AS Telah Menculik Ilmuwan Nuklirnya
Teheran - Pemerintah Iran bersikeras mengklaim bahwa ilmuwan nuklirnya, Shahram Amiri telah diculik oleh agen-agen Amerika Serikat (AS). Iran membantah berita yang menyebutkan bahwa Amiri telah membelot ke AS.

Pekan lalu siaran media AS, ABC News memberitakan bahwa Amiri yang menghilang pada Juni 2009 setelah tiba di Arab Saudi untuk naik haji, telah membelot ke AS dan bekerja dengan badan intelijen AS, CIA. Amiri merupakan ahli fisika nuklir yang berusia 30-an tahun.

Namun pejabat pemerintah Iran membantah hal itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hubungan AS dengan Amiri justru mengkonfirmasi pernyataan kami bahwa mereka berperan dalam penculikannya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast seperti dilansir AFP, Rabu (7/4/2010).

"Agen-agen kami menyatakan dia diculik dalam kerja sama intelijen AS di Arab Saudi," imbuhnya.

Menurut pemberitaan ABC, agen-agen CIA menyebutkan pembelotan itu sebagai "kudeta intelijen" dalam upaya AS untuk mengganggu program nuklir Iran.

Menurut ABC, menghilangnya Amiri merupakan bagian dari operasi CIA yang telah direncanakan sejak lama untuk membujuk dia agar membelot. Dalam pemberitaannya, ABC mengutip orang-orang yang diberi penjelasan mengenai operasi itu oleh pejabat-pejabat intelijen AS.

Pemerintah AS saat ini memimpin upaya internasional untuk menjatuhkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran sehubungan dengan program nuklirnya. AS dan Uni Eropa menuding Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklirnya.

Namun Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersikeras bahwa program nuklir Iran semata-mata untuk tujuan damai yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

(ita/nrl)


Berita Terkait