Sibuea, salah seorang warga Tarutung, ibukota Tapanuli Utara menyatakan, warga banyak histeris ketika gempa terjadi. Padamnya listrik membuat suasana lebih mencekam.
"Ketika gempa itu, banyak warga yang teriak histeris. Suhul.. Suhul.. bahasa Batak yang artinya gempa," kata Sibuea melalui telepon kepada detikcom di Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 06.00 WIB, kata Sibuea, warga masih bertahan di pinggiran jalan utama dan menjauh dari tiang-tiang listrik. Dinginnya udara membuat warga bertahan di luar dengan menggunakan sarung dan jaket.
(rul/irw)











































