Namun, dari bahasa yang digunakan, tampaknya pengacak-acak situs PLN tersebut bukanlah orang Indonesia. Sebab, pelaku menuliskan kalimat-kalimatnya dalam bahasa Turki.
Pantauan detikcom di situs www.pln.co.id, Rabu (7/4/2010), pukul 00.50 WIB, di laman depan situs tersebut juga terdapat gambar seperti laiknya bendera Turki berwarna dasar merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat yang tertulis antara lain berbunyi: Soykirim Yapsaydik, Soyunuzu Birakmazdik. Kalimat itu kurang lebih mengandung pesan tentang pembunuhan besar-besaran atau genosida.
Hingga pukul 01.00 WIB, situs PLN itu belum normal kembali. (irw/ddt)











































