"Isu atau rumor bahwa seorang kandidat ketum Demokrat menggunakan falisilitas atau anggaran kementerian Pora kemungkinannya sangat kecil terjadi," kata pengamat politik yang juga pendiri HIJ'D Institute, Suhendra Ratu Parwiranegara, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/4/2010).
Menurut Suhendra, Andi pasti akan mengkalkulasi langkah-langkah politiknya secara matang dan terukur. "Andi Mallarangeng merupakan figur politikus yang bisa menjaga kredibilitasnya dengan benar dan tidak mungkin menggunakan anggaran Kemenpora untuk berkampanye. Sangat high risk jika hal tersebut dilakukan," jelasnya.
Suhendra menambahkan, semestinya para kandidat atau tim suksesnya tidak saling melakukan black campaign yang saling menjatuhkan, yang akhirnya akan merugikan Partai Demokrat sendiri. Sebaiknya para kandidat berkompetisi secara sehat dan fair, karena pemilihan ketua umum Demokrat ini merupakan agenda kompetisi internal partai, bukan Pilkada atau Pilpres.
"Ini kan kompetisi sesama kawan, sesama saudara di Parti Demokrat janganlah saling menjatuhkan. Pertarungan atau kompetisi sebenarnya yang akan dihadapi oleh Partai Demokrat adalah Pemilu tahun 2014 mendatang. Yakni, Partai Demokrat akan berhadapan dengan partai politik lainnya," ujarnya.
Ditambahkan Suhendra, Andi Mallarangeng tidak akan melakukan hal seperti itu untuk meraih simpati dan kepercayaan dari masyarakat. "Siapapun yang akan terpilih sebagai ketua umum Demokrat mempunyai tugas yang berat minimal bisa untuk mempertahankan kemanangan Pemilu Tahun 2009 lalu," pungkasnya.
(zal/irw)











































