Pernyataan itu dilontarkan Guruh menanggapi pernyataan Puan yang memintanya mendirikan partai baru jika tidak cocok dengan PDIP. Guruh menilai, keponakannya itu tidak patut melontarkan pernyataan demikian.
"Saya prihatin, apalagi Puan sebagai ponakan dan junior saya. Bahwa Puan mungkin ingin menjadi negarawan atau politisi suatu saat, saya rasa dengan komentar itu sangat disayangkan. Sebab tidak sepatutnya bakal negarawan mengatakan demikian. Di sini menandakan bahwa dia memang kurang asam garam, istilah populernya masih hijau dan perlu waktu belajar," kata Guruh yang dikenal piawai menari dan mencipta lagu ini, dalam jumpa pers di Hotel Segara Village, Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (6/4/2010).
Sebelumnya diberitakan, Guruh merasa kecewa karena berbagai baliho dukungan dirinya menjadi Ketua Umum PDIP dibersihkan dari arena Kongres III PDIP. Kekecewaan Guruh itu ditanggapi Puan dengan mempersilakan Guruh mendirikan partai baru jika tidak puas.
"PDIP punya garis dan aturan yang jelas. Siapa yang masuk harus mengikuti aturan. Kalau tidak cocok dengan PDIP, silakan keluar dan bikin partai baru," kata Puan selaku Ketua Panitia Kongres III PDIP, Senin (5/4).
"Ini bukan masalah kecewa atau tidak kecewa. Tetapi bagaimana caranya supaya kongres berjalan tertib. Di luar arena kongres siapa pun boleh memasang atribut sepanjang tidak melakukan provokasi dan kontra dengan pelaksanaan kongres," imbuh
Puan.
(djo/nrl)











































