Namun 1.000-an polisi dan tentara yang dikerahkan untuk mengamankan massa tetap bersikap tenang. Pemerintah Thai sebelumnya telah berjanji untuk tidak melakukan kekerasan terhadap para demonstran. Pemerintah akan menyelesaikan krisis ini secara damai.
"Di bawah kondisi saat ini, banyak warga negara yang tidak menginginkan kekerasan terjadi atau konfrontrasi. Dan kami sadar hal itu," kata juru bicara pemerintah Thai Panithan Wattanayakorn.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami secara spesifik telah memberikan instruksi kepada para polisi bahwa mereka tak bisa menimbulkan konfrontasi atau menggunakan kekerasan secara berlebihan," tandas Wattanayagorn.
Namun para demonstran pendukung mantan perdana menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra tersebut bertekad untuk terus melakukan aksi mereka sampai PM Abhisit Vejjajiva mundur dan mengadakan pemilihan umum.
"Kami siap untuk berjuang dan mati di sini," cetus pemimpin demo, Nattawut Saikuar seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (6/4/2010).
"Jika Abhisit siap, kami siap. Kami tak punya rencana untuk mundur dan pulang ke rumah dengan tangan kosong," pungkasnya.
Akibat aksi demo ini, lebih dari selusin mal di Bangkok terus tutup hingga hari keempat ini. Bahkan para tamu di hotel-hotel berbintang lima seperti Four Seasons, Hyatt dan InterContinenta banyak yang pergi meninggalkan hotel.
(ita/nrl)











































