Mega Minta Sikap Oposisi PDIP Dihargai

Kongres III PDIP

Mega Minta Sikap Oposisi PDIP Dihargai

- detikNews
Selasa, 06 Apr 2010 12:55 WIB
Denpasar - Rayuan dan pendekatan dari Partai Demokrat agar PDIP ikut berkoalisi mendapat sindiran keras ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mega meminta kepada semua pihak tak terkecuali kubu SBY untuk bisa menghargai pilihan sikap oposisi PDIP.

"Saya sangat berharap pilihan sikap politik PDIP ini bisa dihargai oleh semua pihak," kata Mega.

Mega menyampaikan hal itu dalam pidato politiknya saat membuka Kongres III PDIP di Inna Grand Bali Beach, Sanur Bali, Selasa (6/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mega, pilihan menjadi pengontrol dan penyeimbang pemerintah tidak berarti asal beda dan mengkritik. Tetapi juga harus berupaya untuk memberikan solusi dan alternatif pilihan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

"Posisi di atas adalah wujud tanggungjawab kita sebagai kekutan politik dan tanggungjawab menjaga demokrasi agar tetap sehat," tegasnya.

"Sebab, yang dituntut dari seorang pemimpin yang betul-betul revolusioner adalah satunya kata dengan perbuatan. satunya mulut dengan tindakan," imbuhnya.

Mega lalu menggugah semangat kader PDIP untuk kembali menjadi kader yang ideologis dan militan. Sebab, dengan cara itulah, perjuangan PDIP sebagaimana semangat lahirnya dulu akan bisa diwujudkan kembali.

"Saya mengajak kepada setiap warga partai, mari kita jadikan 5 tahun kemarin sebagai pelajaran berharga dan kita jadikan 5 tahun mendatang sebagai tahun-tahun perubahan dan kebangkitan," tegasnya.

Mega pun lalu meminta kader PDIP untuk membangkitkan lagi sikap solidaritas horizontal bersama rakyat. Untuk meyakinkan ajakannya ini, Mega mengutip kata-kata bung karno yang sedang dalam masa-masa sulitnya menghadapi perjuangan.

"Ini mengingaitakan saya pada tahun-tahun sulit yang pernah dileawati Bung Karno yang hingga kini masih masih terngiang kata-kata Bung Karno," katanya.

"Majulah terus, jangan mundur. Mundur hancur, mandeg ambleg, bongkar. Maju terus. Kita tidak bisa dan tidak boleh berbalik lagi. Kita telah mencapai point of no return. Untuk itu, kita tidak punya pilihan lain kecuali kembali ke jati diri sebagai partai idelogis," tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah dan pekikan merdeka.

(yid/mad)


Berita Terkait