"Jika kita mau merenung, kemerosotan suara PDIPadalah teguran rakyat agar kita kembali ke takdir sebagai sarana perjuangan rakyat. Ingat, rakyat akan lebih keras menegur kita di pemilu 2014 jika kita gagal kembali ke jalan ideologis kita," kata Mega.
Mega menyampaikan hal itu dalam pidato politiknya saat membuka Kongres III PDIP di Grand Inna Bali Beach, Bali, Selasa (6/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai kekuatan politik, PDIP sedang dihadapkan pada ujian sejarah yang tidak mudah. Kita disodorkan pada pilihan pragmatis antara koalisi atau oposisi. Saya sungguh berduka karena politik telah direduksi tidak lebih dari sekedar urusan perebutan dan pembegian kekuasaan," tegasnya.
Untuk kembali mengangkat martabat dan suara PDIP, Mega mengajak semua kader PDIP kembali kepada ajaran Bung Karno sambil memantabkan idelaisme perjuangan yang berpihak kepada wong cilik. Sebab, hanya dengan kembali menjadikan PDIP bersama rakyat, partai moncong putih itu akan bisa menemui masa keemasannya kembali.
"Sebagai kader, kita harus berbangga bukan karena kita bersekutu dengan kekuasaan. Tapi ketika kita bersama-sama menangis dan bersama-sama tertawa dengan rakyat," pungkasnya.
(yid/mad)










































