Mega: Kekalahan PDIP dalam 2 Pemilu Teguran Rakyat

Kongres III PDIP

Mega: Kekalahan PDIP dalam 2 Pemilu Teguran Rakyat

- detikNews
Selasa, 06 Apr 2010 12:16 WIB
Denpasar - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tidak ingin melihat partainya kembali terpuruk dalam pemilu 2014 mendatang. Untuk itu, PDIP mengajak semua kader untuk berbenah. Sebab, kekalahan PDIP dalam 2 kali pemilu merupakan bukti kongkrit adanya teguran dari rakyat.

"Jika kita mau merenung, kemerosotan suara PDIPadalah teguran rakyat agar kita kembali ke takdir sebagai sarana perjuangan rakyat. Ingat, rakyat akan lebih keras menegur kita di pemilu 2014 jika kita gagal kembali ke jalan ideologis kita," kata Mega.

Mega menyampaikan hal itu dalam pidato politiknya saat membuka Kongres III PDIP di Grand Inna Bali Beach, Bali, Selasa (6/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mega, politik saat ini telah direduksi fungsinya hanya untuk meraih kekuasaan. Padahal, seharusnya politik dimaknai sebagai seni untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan mewujudkan kedaulatan politik berdikari dalam bidang ekonomi dan berkperibadian dalam berbudaya.

"Sebagai kekuatan politik, PDIP sedang dihadapkan pada ujian sejarah yang tidak mudah. Kita disodorkan pada pilihan pragmatis antara koalisi atau oposisi. Saya sungguh berduka karena politik telah direduksi tidak lebih dari sekedar urusan perebutan dan pembegian kekuasaan," tegasnya.

Untuk kembali mengangkat martabat dan suara PDIP, Mega mengajak semua kader PDIP kembali kepada ajaran Bung Karno sambil memantabkan idelaisme perjuangan yang berpihak kepada wong cilik. Sebab, hanya dengan kembali menjadikan PDIP bersama rakyat, partai moncong putih itu akan bisa menemui masa keemasannya kembali.

"Sebagai kader, kita harus berbangga bukan karena kita bersekutu dengan kekuasaan. Tapi ketika kita bersama-sama menangis dan bersama-sama tertawa dengan rakyat," pungkasnya.

(yid/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini