Tanya Kemacetan, Warga Pamulang Dikeroyok Polisi

Tanya Kemacetan, Warga Pamulang Dikeroyok Polisi

- detikNews
Selasa, 06 Apr 2010 11:34 WIB
Jakarta - Seorang Warga Pamulang, Kristian (29), dikeroyok polisi. Kristian dikeroyok polisi berpakaian dinas dan preman di Ciputat.

Pengeroyokan bermula ketika warga Pamulang itu menanyakan kemacetan yang terjadi di jembatan layang Ciputat. Adanya truk terguling telah menyebabkan kemacetan selama 1 jam dan tidak tampak petugas yang bertugas mengatur lalu lintas.

"Saya bingung kenapa petugas polisi menumpuk di sekitar alat beratnya saja dan nggak ada petugas yang mengalihkan lalu lintas, maka saya menghampiri mereka dan bilang mau ketemu komandan," kata Kristian pada detikcom, Selasa (6/4/2010).

Salah seorang polisi menjawab, sudah ada yang bertugas mengalihkan lalu lintas. Namun Kristian menjawab tidak ada. Tiba-tiba ada seorang yang berpakaian preman dengan jas hitam polos dan brewokan, dan di dadanya tersangkut handy talky.

"Dia bilang, ngapain loe? Orang udah capek-capek dari pagi, lo dateng ngomong (begitu)," tutur Kristian meniru orang tersebut.

Kristian yang juga seorang wartawan ini pun menjawab, dirinya hanya bertanya sekaligus memberi solusi. "Tiba-tiba dia bilang, gue bunuh lo," katanya.

Kristian pun tidak terima dan mencoba bertanya ke yang bersangkutan mengapa mengatakan hal itu. Namun lelaki itu hanya pergi dengan motornya. Ia pun langsung menuju ke salah seorang petugas yang mengenakan seragam dinas.

"Saya nggak tahu, mungkin dia preman," kata polisi berpakaian dinas, dengan nama di dada, Ginanto.

Kristian mempertanyakan, jika memang preman, mengapa polisi tidak menangkapnya padahal orang tersebut sudah mengancam akan membunuhnya. Akan tetapi, lagi-lagi polisi itu berkelit dengan menjawab siapa yang tahu dia preman.

"Tiba-tiba dari belakang ada yang menonjok, namanya Sugiono. Ginanto juga memukul dan ada 1 orang lagi berpakaian preman yang menonjok saya. Dia bilang saya provokator," ceritanya.

Tak hanya polisi, Kristian juga sempat melihat petugas Dinas Perhubungan juga ada yang ikut-ikutan menonjoknya. "Total kepala saya beberapa kali ditonjok, bagian depan, samping, dan belakang," katanya.

Berpikir ia akan habis dipukuli, Kristian pun langsung kabur membawa motornya. Ia langsung menuju Polsek Ciputat. Di sana, ia ditemui Wakapolsek Ciputat AKP Basuki.

"Katanya, saya ingin dipertemukan dengan 2 petugas yang berpakaian dinas tadi. Saya bilang nggak apa-apa, tapi saya nggak mau menghilangkan proses hukumnya," paparnya.
(amd/ken)


Berita Terkait