Nunun Terlihat di Singapura Akhir Maret

Suap Pemilihan DGS BI

Nunun Terlihat di Singapura Akhir Maret

- detikNews
Selasa, 06 Apr 2010 10:09 WIB
Jakarta - Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun, selalu mangkir di persidangan. Namun, seorang saksi mata pernah melihat langsung keberadaan Nunun Nurbaeti di sebuah hotel di Singapura. Tidak ada tanda sakit pelupa berat seperti yang disampaikan dokter pribadinya. Benarkah?

Saksi mata tersebut melihat Nunun berada di Hotel Hyatt Singapura pada Rabu 31 Maret 2010. Nunun saat itu sedang bersama teman-temannya.

"Dari fisiknya, Nunun tidak terlihat mengalami sakit pelupa berat atau amnesia. Dia tampak berbincang, bercanda dan 'ber-ha-ha-hi-hi' dengan para temannya di lobi hotel tersebut," ujar saksi mata yang enggan disebutkan namanya tersebut kepada detikcom, Selasa (6/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dikonfirmasi, pengacara Nunun, Petrus Balapationa enggan berkomentar. Untuk saat ini, ia tidak mau mengomentari hal-hal yang berkaitan dengan pemberitaan Nunun.

"Saya nggak mau komentar dululah. Saya diminta diam dulu," ucap Petrus saat dihubungi detikcom.

Belum jelas apakah memang benar pada tanggal itu Nunun pernah berada di Singapura. Namun, berdasarkan keterangan dokter pribadinya, Nunun kerap melakukan pengobatan di negeri singa tersebut. Pengobatan masih terkait penyakit lupa berat yang dideritanya.

Hakim Nani Indrawati, yang memimpin sidang kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI dengan terdakwa Dudhie Makmun Murod juga pernah menanyakan perihal keberadaan Nunun di Singapura pada mantan staf Nunun, Sumarni.

"Di luar kota, apa di Singapura? Kan Anda sekretarisnya?," cecar Nani.

"Tidak tahu persis, Bu. Saya kan bukan sekretaris dia lagi," jawab Sumarni yang pernah menjadi sekretaris Nunun di PT Wahana Esa Sembada.

Nunun diyakini kuat terlibat dalam pemberian sejumlah cek pelawat bernilai miliaran rupiah kepada para anggota DPR pada 2004 lalu. Pemberian cek pelawat ini diduga untuk memuluskan Miranda Goeltom sebagai DGS BI.

(mad/asy)


Berita Terkait