"Amnesia adalah gangguan memori berat, jadi jika memori kita sudah terganggu akibat stroke ini bisa saja berakibat pada amnesia," kata dokter pribadi Nunun, dr Andreas Harry SpS (K) kepada detikcom, di tempat prakteknya, Jl Slipi, Jakarta Barat, Senin (5/4/2010).
Nunun pada tanggal 15 Desember 2009 kemarin, imbuh Andreas, juga sempat mendatanginya kembali untuk melakukan konsultasi terhadap perkembangan penyakitnya. Dan menurutnya belum ada kemajuan untuk kondisi kesehatan Nunun.
Masih menurut Andreas, Nunun juga sempat memeriksakan terkait penyakitnya ke seorang dokter di Singapura. Dan dari hasil diagnosa dokter tersebut Nunun juga dikatakan positif mengalami gangguan memori berat yang bisa saja berlanjut menjadi dementia.
"Final diagnosis dokter di Singapura juga menyatakan severe memoryloss amnesia (gangguan memory berat), yang jika dibiarkan bisa berlanjut menjadi dementia tipe alzheimer (lupa semua)," jelasnya.
Ia menambahkan dementia itu dapat menyerang kapan saja. Sehingga untuk mencegah hal itu terjadi, ia berharap agar saat ini Nunun sebaiknya melakukan pengobatan sampai baik.
"Dementia itu bisa menyerang kapan saja. Makanya untuk mencegah itu, saya minta sebaiknya Ibu Nunun diperiksa dulu sampai kondisinya membaik. Karena percuma juga kan meminta keterangan dari orang yang saat ini kondisinya sedang kurang sehat," tutupnya.
(lia/nwk)











































