Kerusakan travo listrik yang ada disisi timur Pasar Beringharjo itu terjadi sejak hari Sabtu 2 April 2010. Selain menggunakan alat penerangan seadanya, Dinas Pasar Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah menyewa dua genset untuk membantu para pedagang.
Dua genset berkekuatan 60 KVA dan 240 KVA itu telah dipasang di los pasar bagianย timur. Sewa dua buah genset itu diambilkan dari alokasi dana tak terduga APBD Kota Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk los pedagang sayuran dan hasil bumi yang ada di lantai dua, para pedagang tidak banyak menggunakan alat penerangan. Sedangkan los pedagang barang bekas terutama elektronik para pedagang hanya memajang barang dagangannya.
"Di los pakaian atau kain, kami tidak mengizinkan pedagang menggunakan lilin atau lampu minyak. Berbahaya, bisa mengakibatkan kebakaran," kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Ahmad Fadli, Senin, (5/4/2010).
Menurut Fadli, selama perbaikan travo listrik tersebut pihak pengelola pasar menyarankan agar pedagang menggunakan lampu emergency saat buka mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Pedagang juga diperbolehkan menggunakan genset ukuran kecil atau portable.
"Saat ini, patroli keamanan pasar juga kita tingkatkan dengan menambah jumlah personel agar keamanan lebih terjaga baik dari tindak kejahatan maupun mencegah terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Los-los pedagang yang menggunakan lampu minyak dan lilin benar-benar kita pantau," katanya.
Dia mengakui travo yang rusak itu sudah berusia lebih dari 18 tahun atau dipasang sejak tahun 1992. Travo tersebut adalah milik pelanggan atau pedagang di Pasar Beringharjo bukan milik PLN.
"Kalau diperbaiki tidak mungkin lagi, tapi perlu diganti yang baru. Saat ini masih kita bicarakan dengan Pemkot Yogyakarta, sebab kalau beli harganya mencapai lebih dari Rp 300 juta," katanya.
(bgs/djo)











































