"Usul pertemuan itu dari beberapa anggota, termasuk juga dari Pak Emir," kata Panda dalam sidang terdakwa Dudhie Makmun Murod di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (5/3/2010).
Panda juga mengatakan pertemuan fraksi dengan calon-calon yang akan dipilih DPR sesuatu yang lazim untuk mengenal calon. "Seperti kami dulu memilih Pak Bagir, juga pimpinan KPK Antasari," tambahnya.
Namun begitu, Panda mengatakan, PDIP tidak mengadakan pertemuan dengan dua calon DGS BI selain Miranda yakni, Budi Rochadi, dan Hartadi Sarwono karena sudah memutuskan memilih Miranda.
"Yang lain tidak," katanya.
Saat bersaksi dalam sidang 1 April, Miranda tidak membantah pertemuan dengan PDIP di Klub Bimasena, Hotel Dharmawangsa. Bahkan, pertemuan itu, Miranda yang membayari. Namun dia tidak secara khusus hanya bertemu dengan FPIDP saja di tempat itu.
(Rez/nrl)











































