"Ada masalah dalam tes DNA ini. Karena dagingnya mengalami pembusukan yang cukup lanjut sehingga mengganggu proses pemeriksaan DNA," ujar salah seorang dokter dari Pusdokpol Polri, AKBP Putut, di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (5/4/2010).
Karena itu, lanjut Putut, hasil tes DNA-nya baru bisa keluar Rabu (7/4) sore. Proses pemeriksaan DNA korban mutilasi ini cukup panjang. Tim dokter harusnya memisahkan terlebih dahulu bagian-bagian yang sudah membusuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun meski begitu, Putut pun yakin kalau pemeriksaan DNA terhadap potongan tubuh korban tetap bisa dilaksanakan. Setelah muncul hasil DNA, dokter akan mencocokkan 5 sampel potongan tubuh tersebut.
"Kalau misalnya keluar, 5 sampel ini identik berarti itu berasal dari 1 tubuh. Tapi kalau misalnya keluar 2 jenis bisa jadi itu bukan dari 1 tubuh," ungkapnya.
Sementara itu Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Fadil Imran mengatakan, sudah ada beberapa keluarga yang datang untuk menanyakan korban mutilasi. Namun, ciri-ciri yang ada tidak sesuai dengan potongan tubuh korban mutilasi.
"Tapi tidak signifikasi. Tidak sesuai dengan ciri yang dimaksud," jelasnya.
(gus/fay)










































