Kedua kelompok mahasiswa tersebut melakukan perang batu di kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (5/4/2010).
Bentrokan antar kedua kubu mahasiswa itu terjadi sejak pukul 11.10 Wita hingga pukul 12.30 Wita. Bentrokan baru selesai saat azan salat Dzuhur berkumandang. Para pimpinan jurusan berjibaku menarik massanya masing-masing.
Informasi yang dihimpun, tawuran itu buntut perkelahian antar mahasiswa Perikanan dan mahasiswa Kelautan usai pertandingan sepak bola Liga Unhas 2010, Selasa (30/3). Para mahasiswa juga sempat bentrok keesokan harinya. Hal tersebut membuat Dekan FPIK Andi Niartiningsih meliburkan mahasiswanya selama 3 hari.
"Pagi tadi sebenarnya sudah berpotensi bentrok, kedua kubu sudah mulai saling teriak dan saling ancam. Hanya saja pihak aparat kampus tidak menahannya," ujar seorang mahasiswa yang tak mau disebutkan namanya.
Kepala Satpam Unhas, Bambang, mengatakan akibat peristiwa ini 3 mahasiswa Perikanan dilarikan ke RS Dr Wahidin Sudirohusodo. Mereka mengalami luka akibat lemparan batu dan terkena anak panah rakitan. Seorang satpam bernama Moeis juga mengalami luka robek di kepala akibat terkena lemparan mahasiswa.
"Saat ini kami sudah berhasil mengamankan situasi. Kedua kubu yang bertikai juga sudah ditarik oleh pimpinan jurusan dan lembaga kemahasiswaannya masing-masing," ujar Bambang.
(mna/djo)











































