"Untuk memanfaatkan nama besar Soekarno dan Megawati, tidak harus melakukan politik dinasti. Kalau politik dinasti masih dikedepankan, saya kira PDIP tidak akan bisa menjadi partai alternatif dan besar," kata Pengamat politik dari UGM Arie
Sudjito kepada detikcom, Senin (5/4/2010).
Menurut Arie, kapitalisasi nama besar soekarno dan Megawati bisa dilakukan dengan cara menjadikan kader PDIP yang memiliki ideologi perjuangan yang konsisten. Artinya, bukan dengan mempertahankan pimpinan dari keturunan Bung Karno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kemampuan yang bersangkutan untuk memimpin. Tetapi jangan sampai kemampuan ini
dipaksakan," paparnya.
Selain gaya dinasti, gaya bermain kubu atau geng juga disarankan untuk ditinggalkan. Menurut dosen Fisipol UGM ini, muncul kesan kuat ada geng Taufiq Kiemas dan geng Megawati.
"Isu ada geng Pak Taufiq dan geng Bu Mega, geng DPP dengan geng DPD itu tidak produktif. Justru membuat partai ini akan berada diambang perpecahan jika soal geng itu tidak bisa diatasi," paparnya.
Arie menyarankan agar PDIP membangun tradisi baru. PDIP lepas dari politik geng dan dinasti, lalu membangun partai kader yang kuat ideologinya.
"Banyak kader PDIP yang berharap, kongres di Bali kali ini akan menuntaskan semuanya. PDIP kembali menjadi partai ideologis, memiliki komitmen kerakyatan dan selalu menjadi partai alternatif masa depan," imbuhnya.
(yid/fay)











































