"Anda ini kok tiba-tiba jadi pelupa? Anda kan masih muda, kecuali Anda sudah nenek-nenek," semprot ketua majelis hakim Nani Indrawati dalam sidang terdakwa Dudhie Makmun Murod di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (5/4/2010).
"Benar, Bu. Saya memang tidak ingat," jawab Sumarni yang mengenakan baju hitam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lulusan akademi," jawab Sumarni yang kini bekerja masih bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh keluarga Nunun Nurbaeti.
"Nah tuh kan, kirain Anda cuma SMP," sahut hakim Nani lagi. Pengunjung sidang kembali tertawa riuh.
Bukan hanya hakim saja yang dibuat kesal. Kuasa hukum terdakwa Dudhie, Amir Karyatin, pun ikut kesal karena Sumarni kerap menjawab dengan senjata pamungkasnya: tidak ingat.
"Saya tidak berharap banyak tanya Anda. Toh, Anda tahunya cuma tidak ingat saja," kata Amir.
Sebelumnya Sumarni menyatakan, setahu dia, Nunun saat ini ada di luar kota. Sedangkan jaksa menyatakan, Nunun sedang sakit lupa berat seperti yang dinyatakan dokter pribadinya.
(Rez/nrl)











































