Kongres III PDIP Jadi Pertaruhan Masa Depan

Kongres III PDIP Jadi Pertaruhan Masa Depan

- detikNews
Senin, 05 Apr 2010 10:58 WIB
Jakarta - Kongres III PDIP akan menjadi momentum penting bagi masa depan partai berlambang banteng moncong putih ini. Jika kongres PDIP mampu meletakan dasar-dasar untuk PDIP menjadi partai modern, maka kejayaan PDIP dalam Pemilu 1999 bukan tidak mungkin terulang kembali.

"Kongres ini akan menjadi penentu apakah PDIP akan terus merosot seperti dalam 2 pemilu terakhir atau akan bangkit seperti Pemilu 1999," ujar pengamat politik UGM Arie Sudjito kepada detikcom, Senin (5/4/2010).

Arie menjelaskan upaya pembaruan PDIP baik dalam tataran ideologi maupun manajemen organisasi wajib dilakukan. Sebab, jika hanya menggantungkan diri pada sosok Megawati sebagai figur, maka PDIP akan kehilangan karakternya jika partai tersebut sudah ditinggal Mega.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PDIP harus bisa melakukan pembaruan dengan cara memaknai sosok Megawati secara berbeda. Bukan kultus individu, tetapi sebagai spirit persatuan, solidarity maker dan semangat perjuangan. Sebab jika Ibu Mega dimaknai sebagai sosok untouchable maka kader PDIP akan kehilangan karakter jika partai tersebut ditinggalkan PDIP," terang dia.

Salah satu cara yang bisa dilakukan kader PDIP adalah dengan menggalang dukungan rakyat dengan program nyata yang berpihak pada rakyat. Jika hal itu bisa dilakukan dengan baik dalam manajemen partai yang modern, PDIP akan bisa bangkit dan menjadi partai alternatif.

"PDIP jangan hanya berfikir pragmatis saat ini, tapi harus bicara 5 sampai 20 tahun mendatang. Kongres kali ini adalah pintu masuknya apakah mampu mentransformasikan PDIP menjadi partai modern, atau tetap seperti sekarang," terang dia.

Arie mengharapkan kader muda PDIP yang memiliki background aktivis bisa menjadi motor perubahan paradigma partai ini. Dengan begitu, seluruh kekuatan PDIP akan disatukan kembali sehingga kejayaan partai ini bisa terulang.

"Pendukung PDIP masih banyak yang loyal, ini tergantung manajemen pengorganisasiannya. Ada kader seperti Budiman Sudjatmiko, Maruarar Sirait, Ganjar Pranowo dan yang lainnya. Saya kira mereka harus berfikir serius untuk mentransformasi partai ini," pungkasnya.

(rdf/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads