"Kongres ini akan menjadi penentu apakah PDIP akan terus merosot seperti dalam 2 pemilu terakhir atau akan bangkit seperti Pemilu 1999," ujar pengamat politik UGM Arie Sudjito kepada detikcom, Senin (5/4/2010).
Arie menjelaskan upaya pembaruan PDIP baik dalam tataran ideologi maupun manajemen organisasi wajib dilakukan. Sebab, jika hanya menggantungkan diri pada sosok Megawati sebagai figur, maka PDIP akan kehilangan karakternya jika partai tersebut sudah ditinggal Mega.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu cara yang bisa dilakukan kader PDIP adalah dengan menggalang dukungan rakyat dengan program nyata yang berpihak pada rakyat. Jika hal itu bisa dilakukan dengan baik dalam manajemen partai yang modern, PDIP akan bisa bangkit dan menjadi partai alternatif.
"PDIP jangan hanya berfikir pragmatis saat ini, tapi harus bicara 5 sampai 20 tahun mendatang. Kongres kali ini adalah pintu masuknya apakah mampu mentransformasikan PDIP menjadi partai modern, atau tetap seperti sekarang," terang dia.
Arie mengharapkan kader muda PDIP yang memiliki background aktivis bisa menjadi motor perubahan paradigma partai ini. Dengan begitu, seluruh kekuatan PDIP akan disatukan kembali sehingga kejayaan partai ini bisa terulang.
"Pendukung PDIP masih banyak yang loyal, ini tergantung manajemen pengorganisasiannya. Ada kader seperti Budiman Sudjatmiko, Maruarar Sirait, Ganjar Pranowo dan yang lainnya. Saya kira mereka harus berfikir serius untuk mentransformasi partai ini," pungkasnya.
(rdf/fay)











































