Bentrok di 'Blowfish' Tak Terkait Perebutan Lahan

Bentrok di 'Blowfish' Tak Terkait Perebutan Lahan

- detikNews
Minggu, 04 Apr 2010 23:03 WIB
Jakarta - Bentrok massa di tempat hiburan malam 'Blowfish' tidak terkait perseteruan dua kelompok organisasi. Kejadian yang menewaskan 1 orang dan 2 luka parah tersebut juga bukan perebutan lahan keamanan seperti isu yang beredar.

Bantahan tersebut dilontarkan oleh Ketua Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum Jakarta Adrian Maelite di salah satu restoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, Minggu (4/4/2010).

"Tidak ada pertengkaran antar kelompok. Itu tamu. Tidak juga rebutan lahan (pengamanan), itu milik gedung. Sudah bukan zamannya lagi kelompok-kelompok, suku-suku," kata Adrian kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Adrian, bentrok tersebut murni salah paham. Sejumlah tamu yang hendak ke klub Sabtu dini hari (3/4) tidak terima saat ditegur satuan pengamanan (satpam) klub. Kemudian, tamu yang tersebut dendam dan datang sehari kemudian dengan membawa puluhan temannya. Saat itulah, terjadi bentrok yang belum dipastikan asal muasalnya.

"Standar sekuriti kalau ada tamu ya ditanya 'mau kemana?'. 'Sudah pesan tempat atau belum?'. Kalau belum, akan dicarikan tempat. Nah tamu itu enggak terima, dendam, lalu bawa teman besoknya," tutur Adrian.

Masih menurut Adrian, 'Blowfish' merupakan klub eksekutif yang memberlakukan kartu anggota (member) dan umum. Blowfish menawarkan restoran, lounge, musik, dan berbagai macam minuman. Sejumlah artis papan atas, pengusaha sukses dan kalangan ekspatriat menjadi tamu langganan di klub yang berada di City Plaza kompleks Wisma Muli Gatot Subroto, Jaksel tersebut.

Blowfish menjadi salah satu penyumbang utama dari total pajak hiburan DKI yang menurut Adrian mencapai Rp 1,7 triliun. Angka itu diperoleh dari 1.300 tempat hiburan di 300 lokasi di Jakarta. Jumlah tersebut belum termasuk lokasi yang tidak terdaftar (ilegal).
(Ari/mok)


Berita Terkait