Kronologi Penganiayaan Versi Senior Vhia

Bullying di SMU 70

Kronologi Penganiayaan Versi Senior Vhia

- detikNews
Minggu, 04 Apr 2010 16:03 WIB
Kronologi Penganiayaan Versi Senior Vhia
Jakarta - Setelah diadukan juniornya, Novia Yuma Shanti (Vhia), para senior SMU 70 pun angkat bicara. Salah seorang senior, Euodia, mengaku tidak bersalah dan tidak melakukan tindak penganiayaan.

Para senior memanggil Vhia karena Vhia tidak mengenakan kaos dalam. Berikut kronologi dari Euodia kepada detikcom, Minggu (4/4/10).

Pada Rabu 31 Maret pukul 12.30 WIB, Euodia dan teman-temannya sedang duduk bersama sambil makan di kantin SMU 70. Saat itu, Euodia berniat membeli minum di daerah tempat duduk yang biasa diduduki anak kelas 1. Lalu ia pun melihat ada seorang anak yang duduk sendiri tanpa menggunakan kaos dalam.

"Saya hampiri dan meminta dia untuk duduk ke tempat duduk saya tanpa paksaaan, dia juga langsung ikut," ceritanya.

Di tempat duduk Euodia semula, sudah ada Arvi. Arvi pun bertanya kepada  Euodia ada apa membawa Vhia, lalu dijawabnya karena Vhia tidak mengenakan kaos dalam. Euodia menyatakan, seharusnya Vhia sendiri tahu konsekuensi tidak tertulis yang ada di SMU 70, anak kelas 1 pasti harus memakai kaos dalam.

"Ketika Dinar datang, tiba-tiba anak kelas satu itu dengan sigapnya dan nada yang kurang enak menjawab ini salah nenek saya, kaos dalam saya cuman satu dan dicuci sama nenek saya dan belum kering," tuturnya.

Mendengar hal itu, Eurodia dan teman-temannya langsung tertawa, terlebih di kantin saat itu diakuinya sedang banyak orang, sekitar 30 orang. "Saya marahin dia, alasan dia nggak masuk akal, dan kalau dia menjawab itu juga kurang sopan," jelasnya.

Saat itu, lanjut Euodia, salah seorang guru ada yang lewat namun lewat begitu saja. "Karena nggak ada yang aneh," katanya.

Sementara teman-teman banyak yang mencaci maki dan menertawakannya, tiba-tiba Vhia menangis dan meneriaki Euodia. Vhia teriak jika dia lebih menyayangi neneknya. "Dibanding apa gitu, saya nggak gitu dengar. Seperti ingin menarik perhatian," ucapnya.

Mendengar teriakan Vhia, teman-teman Euodia pun mulai mencacinya. Dinar, salah seorang yang juga diadukan Vhia ke polisi, pun bertanya mengapa dirinya tidak memakai kaos dalam. Vhia pun memberikan jawaban yang sama.

"Saya menyuruhnya untuk nunduk dan jongkok serta untuk jangan menjawab satu pertanyaan sekali pun. Arvi pun yang melihat anak itu sedang jongkok hanya  mendorong secara halus pundaknya untuk mengganggu keseimbangannya sambil bercanda," jelasnya.

Euodia pun menyatakan, dirinya sempat bercanda dengan temannya jika ingin melempar Vhia dengan gelas. Temannya bilang, kasihan.

"Lalu saya balas menjawab, enggaklah, bercanda. Sayang juga duit buat bayar gelasnya. Lalu teman-teman saya pun tertawa," tuturnya.

Tak lama, guru lain ada yang datang dan melihatnya menangis. "Sambil ketawa-ketawa, guru itu bilang, kalian sayangi dong adik kelas kalian," ucapnya menirukan.

Guru itu pun segera membawa Vhia pergi sambil berjalan ke arah yang berlainan dengan arah Euodia. "Waktu menunjukan pukul 12.40 WIB," tuturnya.

(amd/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini