"Sudut pandang pengusaha kotor itu sederhana, mereka nggak memikirkan norma. Jadinya oknum seperti Gayus seperti malaikat penyelamat, kalau masalahnya (pajak) bisa selesai kenapa tidak (menyuap)," kata Ketua Komite Energi KADIN, Poempida Hidayatullah dalam diskusi bertajuk "Remunerasi, Korupsi dan Mafia Pajak" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (3/4/2010).
Jika Gayus saja mampu "memegang" 149 pengusaha kotor, maka pasti ada banyak 'Gayus' lain lengkap berikut jaringannya masing-masing. Terlebih, prosedur pengurusan pajak bagi pengusaha tidak sederhana sehingga pengusaha yang berniat baik membayar pajak justru menjadi 'mangsa' di Dirjen pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sanksi untuk perusahaan yang telat bayar terlalu keras, bahkan perusahaan asing malah bisa dikenai sanksi ganda. "Kadang cash flow kita kan nggak lancar. Bukan nggak mau bayar, cuma minta ada penundaan tapi dipersulit," kata Poem mencontohkan.
(van/lh)











































