"Banyak pihak sekolah tidak peduli kasus bullying ini. Padahal dampaknya bagi anak sangat besar," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi kepada detikcom, Sabtu (3/4/2010).
Menurut pria yang akrab disapa Kak Seto ini, korban Bullying biasanya mengalami trauma yang berkepanjangan. Hal itu sangat berdampak bagi kondisi psikologi dan kelangsungan pendidikan anak di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bullying tidak hanya diartikan kekerasan dalam bentuk fisik. Namun juga kekerasan psikis.
"Bullying bisa terjadi terhadap perempuan maupun laki-laki," tandasnya.
Sebelumnya, kasus bullying menimpa Vhia, siswi kelas 1 SMA 70 Jakarta. Hanya karena tak mengenakan kaos dalam, Vhia dianiaya 3 seniornya. Kasus yang sama juga menimpa Okke, siswa kelas 1 di SMA 46 satu bulan lalu. Okke disundut rokok dan dianiaya geng di sekolahnya karena menolak ajakan nongkrong usai sekolah.
(ape/ape)











































