"Saya nggak tenang, penasaran karena anak saya dua-duanya nggak bisa dihubungi dari tadi pagi," kata Kartini di lokasi kebakaran, Jumat (2/4/2010).
Kartini bercerita, kedua anaknya, Rusdianto dan Jamharil berangkat kerja ke Pasar Kebayoran Lama pagi tadi. Mereka berdua kerja sebagai penjaga toko milik kakaknya yang terdapat di lantai satu pusat perbelanjaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tenang Bu. Di lantai satu nggak apa-apa kok," ujar salah seorang pengunjung mencoba menenangkan Kartini.
Sementara salah satu pemilik kios di Pasar Kebayoran Lama, Parlin Tampubolon, mengaku kecewa dengan sikap polisi yang menghalang-halangi dirinya masuk ke dalam pasar.
"Saya nggak peduli sama polisi-polisi itu. Jangan gitu dong caranya dibentak-bentak. Mereka tidak tahu perasaan saya yang punya toko di dalam sana," keluh Parlin.
Parlin juga kecewa dengan pengamanan Pasar Kebayoran Lama yang ternyata rentan terjadinya kebakaran.
"Saya kecewa dengan pengamanan di pasar sini. Kayaknya satpamnya kurang siap. Harusnya ada pendeteksi, kalau ada api kecil harusnya dipadamkan. Jadi nggak usah sampai rugi besar kayak gini," ujar penjual makanan bernutrisi tersebut.
Hingga pukul 14.35 WIB, api yang menjilat Ramayana masih belum bisa dipadamkan. Kebakaran ini terjadi sejak pukul 07.30 WIB.
(anw/asy)











































