Menurut Kepala Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Fuad Baradja, pengobatan totok bisa efektikf dilakukan bagi bocah seusia SW. Hal ini pernah dilakukan pada bocah dengan usia yang sama di wilayah Yogyakarta.
"Terapi itu pernah dilakukan waktu ada gempa di Yogya. Ada bocah 3 tahun yang berperilaku sama. Akhirnya bocah tersebut dipangku dan ditotok hingga berhenti merokok," jelasnya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (1/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rokok akan menjadi sangat tidak enak," imbuhnya.
Selain itu, perlu juga dilakukan pengawasan secara eksternal. Kondisi lingkungan SW harus dibenahi dan selama masa pengobatan, SW harus dipisahkan dari orang-orang yang mempengaruhinya untuk merokok.
Faktor orangtua juga menjadi sangat penting dalam proses pengobatan bagi SW. Jika ada reaksi negatif dalam proses pemutusan dengan nikotin, Fuad menilai itu hal yang wajar. Namun, bagi anak-anak, rasa sakit itu perlu dialihkan dengan kegiatan lain.
"Orangtuanya juga perlu dibina. anak itu harus dipangku dan diberi perhatian lebih. Kalau dibutuhkan, bersama Kak Seto saya siap membantu," tutup pemain sinetron Jin dan Jun ini.
SW menjadi perbincangan di internet sejak video yang menunjukkan bocah itu merokok dan berbicara cabul muncul di Youtube. Namun kini, video itu sudah diblokir karena dianggap melanggar aturan penggunaan.
Di video itu, SW terlihat sangat 'jago' menghisap rokok. Bocah itu juga bisa membuat kepulan asap rokok berbentuk cincin. SW juga menjawab pertanyaan sejumlah orang dewasa yang merekamnya dengan kata-kata tidak senonoh. Orang-orang dewasa di sekitarnya terdengar tertawa terbahak-bahak. (mad/mad)











































