Dr Hardhi Pranata SpS, ahli syaraf mengatakan, penyakit lupa memang dikenal di dunia kedokteran. Secara medis, penyakit itu disebut sebagai dementia.
"Jadi ada yang namanya dementia. Orang yang menderita penyakit itu memang mengalami gangguan ingatan," kata Hardhi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (1/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa tes yang bisa dilakukan, misalnya neurofisiologi. Akan ada parameter untuk mengetahui kadar pelupanya seseorang itu," kata Hardhi.
Hardhi mengatakan, terdapat beberapa macam penyakit dementia. Demensia paling berat disebut alzheimer. "Seperti yang diderita Presiden Amerika Ronald Reagan," katanya.
Lalu apakah orang yang menderita penyakit ini terlihat secara fisik? "Nggak terlihat, kita harus melakukan komunikasi dengan orang ini dulu baru tahu kalau dia itu lupa," kata Hardhi.
"Tapi untuk menentukannya, harus dengan tes medis dengan ahli syaraf. Tidak boleh hanya perkataan tanpa bukti medis," tegas Hardhi.
Selain itu, Hardhi mengatakan, secara alamiah, seseorang yang telah memasuki usia 30 tahun memang kehilangan sel neuron otak 50 ribu hingga 100 ribu perhari. Sehingga wajar jika nenek-nenek atau kakek-kakek yang sudah 70 tahun jadi lupa.
Sebelumnya, Nunun dipanggil hakim untuk menjadi saksi sidang kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom. Nunun disebut menyuruh anak buahnya Arie Malangjudo untuk membagikan traveller's cheque kepada sejumlah anggoda DPR untuk memenangkan Miranda.
Namun Nunun batal menjadi saksi. Jaksa penuntut umum (JPU) memberikan surat kepada hakim yang menyatakan Nunun mengalami sakit pelupa berat.
(ken/asy)











































