Selain itu, harus ada program kerja yang bisa dinikmati rakyat di tengah kebijakan pemerintah yang tidak berpihak dengan rakyat. Dengan cara itulah, simpati dan dukungan rakyat kepada PDIP akan bisa kembali seperti dalam Pemilu 1999 lalu.
"Ke depan perlu gebrakan program dan pengelolaan partai yang lebih membumi. Saya kira perlu membentuk semacam pseudo government. Mereka yang duduk di struktur departemental, bisa seperti bidang-bidang kementerian tugasnya," kata Ganjar kepada detikcom, Kamis (1/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganjar memberikan beberapa contoh soal penerapan konsepnya di atas. Salah satunya adalah bagaimana partai bisa melakukan pendampingan terhadap rakyat yang kesusahan dalam memperoleh hak-haknya.
"Bagaimana kita mendampingi ibu-ibu untuk dapat memperoleh kesehatan murah, ibu bisa melahirkan gratis. Pendidikan yang merata dan seimbang, dan program-program lainnya. Kalau itu bisa diupayakan di masing-masing tugas kita di lembaga legislatif dan eksekutif, ini akan menjadi terobosan baru," paparnya.
Contoh lain, pada saat itu kita mendengarkan pidato tahunan presiden soal RAPBN, setelah itu partai harus bicara. Melakukan exercise dan pilihan sikap mana yang perlu dikritisi habis-habisan dan mana yang perlu didukung dengan baik.
Ganjar meminta agar konsep mengembangkan partai tidak hanya dimaknahi dari sisi material dengan cara mengumpulkan modal sebanyak-banyaknya untuk biaya kampanye menjelang pemilu. "Program-program di atas yang kita kawal dengn baik, itu akan bisa menjadi modal sosial dan immaterial yang dahsyat," pungkasnya.
(yid/nrl)











































