Pengurus PDIP Mendatang Harus Bisa Imbangi Kerja Pemerintah

Jelang Kongres PDIP

Pengurus PDIP Mendatang Harus Bisa Imbangi Kerja Pemerintah

- detikNews
Kamis, 01 Apr 2010 14:50 WIB
Pengurus PDIP Mendatang Harus Bisa Imbangi Kerja Pemerintah
Jakarta - Untuk bisa mendongkrak perolehan suara PDIP dalam Pemilu 2014, diperlukan kerja keras, reformasi sistem dan kinerja. Politisi PDIP Ganjar Pranowo mengusulkan salah satu yang bisa dilakukan oleh kepengurusan PDIP mendatang adalah membuat struktur pengurus seperti struktur pemerintahan.

Selain itu, harus ada program kerja yang bisa dinikmati rakyat di tengah kebijakan pemerintah yang tidak berpihak dengan rakyat. Dengan cara itulah, simpati dan dukungan rakyat kepada PDIP akan bisa kembali seperti dalam Pemilu 1999 lalu.

"Ke depan perlu gebrakan program dan pengelolaan partai yang lebih membumi. Saya kira perlu membentuk semacam pseudo government. Mereka yang duduk di struktur departemental, bisa seperti bidang-bidang kementerian tugasnya," kata Ganjar kepada detikcom, Kamis (1/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, partai harus dikelola layaknya mengelola negara. "Itu kalau kita ingin menjadikan partai ini tidak seperti sekarang ini," tegasnya.

Ganjar memberikan beberapa contoh soal penerapan konsepnya di atas. Salah satunya adalah bagaimana partai bisa melakukan pendampingan terhadap rakyat yang kesusahan dalam memperoleh hak-haknya.

"Bagaimana kita mendampingi ibu-ibu untuk dapat memperoleh kesehatan murah, ibu bisa melahirkan gratis. Pendidikan yang merata dan seimbang, dan program-program lainnya. Kalau itu bisa diupayakan di masing-masing tugas kita di lembaga legislatif dan eksekutif, ini akan menjadi terobosan baru," paparnya.

Contoh lain, pada saat itu kita mendengarkan pidato tahunan presiden soal RAPBN, setelah itu partai harus bicara. Melakukan exercise dan pilihan sikap mana yang perlu dikritisi habis-habisan dan mana yang perlu didukung dengan baik.

Ganjar meminta agar konsep mengembangkan partai tidak hanya dimaknahi dari sisi material dengan cara mengumpulkan modal sebanyak-banyaknya untuk biaya kampanye menjelang pemilu. "Program-program di atas yang kita kawal dengn baik, itu akan bisa menjadi modal sosial dan immaterial yang dahsyat," pungkasnya.

(yid/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads