"Saya mengenal Nunun sebagai sosialita," kata Miranda dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kunungan, Jaksel, Kamis (1/4/2010).
Miranda menceritakan awal mula perkenalannya dengan Nunun. Menurut wanita yang kerap berpenampilan modis ini, dia mengenal Nunun melalui pertemanan anaknya dengan anak Nunun yang sama-sama bersekolah di San Francisco, AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari perkenalan dengan anak Nunun itulah, Miranda kemudian berkenalan dengan Nunun. Nunun pernah berkunjung ke ruang kerjanya di kantor BI. Kunjungan ke ruang kerja Miranda pun sangat akrab.
"Pernah ke kantor saya sambil bawa cucunya. Saya ingat betul karena cucunya lari-lari di kantor saya," terangย profesor FE UI ini.
Setelah dia terpilih sebagai DGS BI, Nunun pun sempat berkunjung ke tempat kerjanya. Dalam pertemuan itu, Miranda yang saat itu menjabat ketua umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) membenarkan kalau dirinya sempat menawari Nunun menjadi sekretarisnya.
Namun Nunun mengaku tak bersedia lantaran kesibukannya. Nunun pun menawarkan posisi itu ke Arie Malangjudo yang saat itu ikut menemani Nunun ke kantor Miranda.
Hakim menanyakan soal kehadiran Arie Malangjudo ke kantornya bersama Nunun. Namun Miranda mengaku tidak kenal Arie Malangjudo.
Apakah ada orang lain saat Nunun mengunjungi Anda? "Ada," jawab Miranda.
"Siapa?" tanya hakim lagi.
"Saya tidak ingat, lupa," jawab Miranda.
(Rez/nrl)











































