Hal inilah yang menurut psikolog dari Unika Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, sebagai penyebab yang melanggengkan perilaku buruk bocah yang tinggal di Kota Malang, Jatim itu.
"Jika perilaku seperti itu ditertawakan itu bukan lagi pembiaran, tapi juga penguatan," kata Wieka saat berbincang dengan detikcom, Kamis (1/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perilaku yang salah dapat berhenti dengan teguran yang menghasilkan konsekuensi yang tidak menyenangkan," kata Wieka.
Selain teguran keras, Wieka juga menyarankan orang tua dan lingkungan sekitarnya melakukan tindakan drastis seperti melenyapkan rokok dari jangkauan SW. Tanpa akses terhadap rokok, diyakini SW perlahan-lahan tidak lagi akan mencari barang yang berbahaya itu.
"Teguran dan tindakan harus keras. Kalau marah yang benar-benar," saran Wieka kepada orang tua SW.
(lrn/fiq)










































