"Saya harap ada yang perhatikan SW untuk bisa sekolah nanti. Terus terang kami
tidak mampu untuk menyekolahkannya," ujar Mulud (50), ayah SW, saat ditemui detikcom di rumah tumpangannya, Jalan Nusakambangan, Kota Malang, Rabu (31/3/2010).
SW saat ditanya pun enggan bersekolah. "Aku emoh sekolah, mending ngene jadi preman (Aku tidak mau sekolah, enak begini jadi preman)," kata SW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau jadi maling," jawab SW lantang. Sang ayah, hanya menatap getir.
SW sekarang lebih banyak ikut dengan Sinyo (24), yang bekerja sebagai pengantar barang. Sinyo membantu Mulud merawat SW, menanggung makan dan sering membawanya ikut mengantar barang.
"Semua jajan atau makanan Sinyo yang membelikan," kata Mulud lagi.
Sementara Sinyo mengaku prihatin dengan SW. SW menurutnya adalah anak yang lucu, namun sayang lingkungan sekitarnya tidak cocok untuknya.
"Nggak tahu, Mas. Senang saja dengan SW ini. Anaknya lucu," ungkap Sinyo.
(fat/fay)











































