11 Dosen RI Perdalam Pengetahuan Energi Baru di Belanda

Laporan dari Eindhoven

11 Dosen RI Perdalam Pengetahuan Energi Baru di Belanda

- detikNews
Rabu, 31 Mar 2010 15:56 WIB
11 Dosen RI Perdalam Pengetahuan Energi Baru di Belanda
Eindhoven - Sebanyak 11 dosen Indonesia dikirim ke Technische Universiteit Eindhoven (TU Eindhoven) Belanda selama 12 hari (29/3/-10/4/2010), untuk memperdalam pengetahuan bidang energi.

Para dosen tersebut berasal dari Universitas Cendrawasih (Uncen, Jayapura), Universitas Diponegoro (Undip, Semarang), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY, Yogyakarta), Universitas Sumatera Utara (USU, Medan) dan Universitas Mataram (Unram, Mataram).

"Dosen-dosen yang dikirim selama ini telah aktif melakukan penelitian maupun aplikasi di bidang efisiensi energi dan energi terbarukan," tutur salah satu peserta Mohamad Zaini di Eindhoven kepada detikcom hari ini (31/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zaini sendiri, dosen Undip yang meraih Phd di Universitas Wageningen, sudah mengembangkan biogas dari limbah peternakan, rumahtangga, dan limbah industri makanan untuk energi rumahtangga dan industri. Sedangkan Jonathan Numberi dari Uncen telah mengembangkan riset dan proyek pilot bioetanol di Jayapura berbahan dasar sagu.

Menurut Zaini, pengiriman para dosen tersebut sebagai persiapan untuk pengembangan bidang energi baru dan terbarukan di Indonesia menuju daerah mandiri energi.

Program ini sepenuhnya difasilitasi oleh proyek CASINDO, yang merupakan kerjasama antara ECN Belanda, TU Eindhoven, Kementerian ESDM Indonesia, dan kelima Universitas terkait.

"Program ini akan memperkuat pembangunan kapasitas untuk civitas akademika di universitas-universitas tersebut," tambah Zaini.

Selama di Belanda para dosen akan memperdalam pengetahuan dan memperkuat kerjasama di bidang riset dan pengembangan energi terbarukan, meliputi biomassa dan bahan bakar nabati, listrik tenaga angin dan air, sel surya, dan efisiensi energi.

Selain itu mereka juga akan mempelajari metode pembelajaran di bidang energi untuk pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan universitas.

"Diharapkan dari hasil pelatihan di Belanda ini dosen-dosen akan mampu menyusun bahan ajar berbasis riset tentang energi terbarukan dan aplikasinya, mengembangkan riset dan demonstrasi unit untuk industri di masing-masing propinsi," demikian Zaini.

(es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait