Para dosen tersebut berasal dari Universitas Cendrawasih (Uncen, Jayapura), Universitas Diponegoro (Undip, Semarang), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY, Yogyakarta), Universitas Sumatera Utara (USU, Medan) dan Universitas Mataram (Unram, Mataram).
"Dosen-dosen yang dikirim selama ini telah aktif melakukan penelitian maupun aplikasi di bidang efisiensi energi dan energi terbarukan," tutur salah satu peserta Mohamad Zaini di Eindhoven kepada detikcom hari ini (31/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zaini, pengiriman para dosen tersebut sebagai persiapan untuk pengembangan bidang energi baru dan terbarukan di Indonesia menuju daerah mandiri energi.
Program ini sepenuhnya difasilitasi oleh proyek CASINDO, yang merupakan kerjasama antara ECN Belanda, TU Eindhoven, Kementerian ESDM Indonesia, dan kelima Universitas terkait.
"Program ini akan memperkuat pembangunan kapasitas untuk civitas akademika di universitas-universitas tersebut," tambah Zaini.
Selama di Belanda para dosen akan memperdalam pengetahuan dan memperkuat kerjasama di bidang riset dan pengembangan energi terbarukan, meliputi biomassa dan bahan bakar nabati, listrik tenaga angin dan air, sel surya, dan efisiensi energi.
Selain itu mereka juga akan mempelajari metode pembelajaran di bidang energi untuk pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan universitas.
"Diharapkan dari hasil pelatihan di Belanda ini dosen-dosen akan mampu menyusun bahan ajar berbasis riset tentang energi terbarukan dan aplikasinya, mengembangkan riset dan demonstrasi unit untuk industri di masing-masing propinsi," demikian Zaini.
(es/es)










































