"Iya nanti jenis kelamin akan terlihat setelah pemeriksaan gennya. Kalau dia perempuan gennya XX. Kalau dia laki-laki gennya XY," kata Kabid Dokpol Pusdokkes Mabes Polri AKBP Putut dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/3/2010).
Dikatakan dia, sampel yang akan diambil dari sel otot. Pemeriksaan DNA tersebut bisa membantu mengetahui apakah potongan ini dari satu tubuh atau bukan, jenis kelaminnya apa dan siapa orang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kita akan periksa DNA-nya. Hasilnya, bisa 3 hari, berminggu-minggu atau berbulan-bulan tergantung kondisi sampelnya," kata Putut.
Selain DNA korban, kata Putut, kepolisian memerlukan DNA pembanding guna mengungkap identitas korban. "DNA pembanding bisa dari keluarga, ayah, ibu biologisnya. Kalau tidak ada dari anak, istri atau suaminya," kata Putut.
Ragu 1 Tubuh
Putut mengaku masih ragu apakan potongan tubuh yang ditemukan di Kalimalang dan Bekasi ini berasal dari 1 tubuh atau tidak.
"Kita mendapat mendapat 5 potongan tubuh. Kita ragu apa berasal dari 1 tubuh atau 5 tubuh.Setelah kita tahu itu berasal dari 1 individu, kita melangkah yang ke lainnya. Kebetulan di DNA ada daerah tertentu yang bisa menentukan apakah korban perempuan atau laki-laki," papar dia.
(aan/fay)











































