"Beras ini tidak memenuhi standar kebersihan. Selain itu juga telah mengalami kerusakan dan busuk. Saya melarang beras ini didistribusikan untuk dibagikan kepada warga miskin karena tak layak lagi konsumsi," ujar Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, dalam sidak yang dilakukan di gudang Bulog Divre III Jateng di Karanganyar, Selasa (30/3/2010).
Bibit menduga kerusakan beras di gudang Bulog tersebut karena mesin pengering yang tidak digunakan secara optimal pada musim hujan seperti sekarang. Padahal ribuan tom beras yang ada di gudang tersebut rata-rata adalah beras hasil serapan Bulog dari petani di Karanganyar, Sragen dan Sukoharjo hampir setahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Bulog Divre III Surakarta, Nono Sukrono membantah penilaian Gubernur Jateng tentang mutu yang tersimpan di gudangnya. Dia secara tegas mengatakan semua beras di gudangnya dalam kondisi bagus dan sangat layak konsumsi. Dia justru menilai gubernur tidak memahami prosedur penyimpanan beras.
Nono memang mengakui mesin pengering beras di gudang tersebut tidak dioperasikan cukup lama. Alasannya karena kesulitan mendapatkan minyak tanah untuk bahan bakar mesin pengering. Namun dia berdalih telah dilakukan pengeringan manual dengan sinar matahari.
Sedangkan tentang bau busuk yang disampaikan Gubernur, menurut Nono, berasal dari bangkai tikus. "Bau busuk yang sempat tercium itu berasal dari bangkai tikus. Ada bangkai tikus karena beberapa hari sebelumya ada penyemprotan. Jadi tidak benar kalau bau busuk itu berasal dari beras di gudang," elaknya.
(mbr/djo)










































