"Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya. Tapi akhirnya sore ini anak gajah itu tewas," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Danis Woro kepada detikcom, Selasa (30/03/2010).
Menurutnya, tim medis sudah memberikan infus sebanyak empat botol. Termasuk juga memberikannya susu. Namun anak gajah ini tidak terselamatkan juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kematian anak gajah yang beratnya, 250 kg itu, kata Danis, pihaknya tidak melakukan otopsi. Hal itu dimungkinkan, karena kematian anak gajah ini masih dianggap wajar secara alami. Luka bagian kakinya bukan disebabkan konflik dengan manusia.
"Sore ini juga kita akan menguburkannya. Kematian gajah kita anggap faktor alami, bukan karena konflik dengan manusia," kata Danis.
(cha/djo)










































