Hal itu terjadi saat Arie dikonfrontir dengan tiga orang penerima cek yakni Udju Djuhaeri, Hamka Yandhu, dan Endin Soefihara. Ketiganya bersaksi untuk terdakwa Dudhie Makmun Murod di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/3/2010).
"Dulu agak kurus orangnya. Kalau mukanya juga nggak seperti ini," kata Hamka ketika ditanya apakah benar sosok Arie Malangjudo yang ada di sampingnya.
"Saya memang tidak dikenalkan namanya, tapi sepertinya bukan," kata politisi Golkar ini masih ragu.
Tak hanya Hamka, keraguan yang sama datang dari Udju. Bahkan Udju sedikit berani memastikan orang yang duduk di sebelahnya bukanlah Arie yang ditemuinya saat mengambil cek di kantor PT Wahana Esa Sejati di Jl Riau, Menteng, Jakarta Pusat.
"Dia kan jauh lebih muda dari saya. Tapi kelihatannya sekarang tidak, kelihatannya kok tidak jauh," terang purnawirawan Polri ini.
Seingat Udju, Arie berbadan pendek dan agak gemuk. "Tapi ini kok tinggi," kata Udju.
Melihat gelagat Udju yang kurang yakin ini, bahkan majelis hakim sempat meminta Arie mengeluarkan KTP nya. "Coba berikan KTP-nya Pak Arie. Tunjukkan," perintah hakim Nani.
Udju pun mencoba memerhatikan KTP Arie dan memandangi wajah Arie. "Oh iya sekarang sedikit gemuk," kata Udju berubah pendapat.
Endin Soefihara yang dikonfrontir berikutnya pun sempat meragukan sosok Arie. "Waktu itu saya terima dari yang namanya Arif. Rambutnya masih hitam semua. Saya pangling (lupa wajah)," kata politisi PPP ini.
Namun, Endin mengakui kalau benar yang dilihatnya ini Arie. "Tapi, ya setelah saya lihat benar," katanya. "Jadi bener ya," tegas hakim Nani memastikan.
(Rez/irw)











































