"Ya benar PT Wahana Esa Sejati memiliki rekening di bank tersebut sejak 2004. Kami meminjam modal kerja Rp 12 miliar," terang Arie dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (29/3/2010).
Selain di Bank Artha Graha, PT WES juga memiliki rekening di Bank Bukopin sebesar Rp 39 miliar, sehingga total aset PT WES mencapai Rp 51 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab yang ia ketahui hutang Rp 12 miliar PT WES di Bank Artha Graha tidak bertambah hingga selesainya pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI. "Sampai selesainya pemilihan DGS BI pun jumlahnya masih sama Rp 12 miliar," aku Arie.
Dalam persidangan sebelumnya, Jumat (26/3), Kepala Divisi TC BII Kresna Pribadi mengaku mendapat pesanan 480 lembar TC senilai total Rp 24 miliar, dengan nilai nominal per lembarnya Rp 50 juta.
Order TC tersebut didapatkan dari Bank Artha Graha. Namun sejatinya pembeli TC itu adalah PT First Mujur Plantation. Hal itu terbukti dalam dokumen purchasing agreement TC tersebut, ditandatangani oleh PT First Mujur. Bank Artha Graha hanya menandatangani dokumen penerimaan saja.
Apakah PT WES memiliki keterkaitan dengan PT First Mujur? Arie membantahnya.
"Tidak ada hubungan PT WES dengan PT First Mujur. Saya juga tidak kenal Hidayat Lukman," jawab Arie ketika ditanya apakah mengenal Dirut PT First Mujur Hidayat Lukman.
(Rez/anw)











































