Menurut Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao, berdasarkan ketentuan, Gayus Tambunan akan segera dipecat setelah yang bersangkutan dipanggil sebanyak 3 kali.
"Segera dipecat, tapi tetap melalui rambu-rambu hukum pemecatan PNS. Menurut ketentuan, yang bersangkutan harus dipanggil sampai dengan 3 x 24 jam, dan kalau itu bisa dilewati maka pemecatan baru bisa dijatuhkan," ujarnya melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (29/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan melayangkan panggilan kedua hari ini," ungkapnya.
Direktorat Kepatutan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur (Kitsda) Ditjen Pajak, Bambang Basuki sebelumnya mengatakan, pihaknya akan segera memberhentikan secara tidak hormat Gayus Tambunan karena terbukti melanggar kode etik dan pelanggaran disiplin. Kepada Kitsda, Gayus sudah mengakui perihal 'duit gelap' Rp 370 juta di rekeningnya.
Nama Gayus Tambunan moncer setelah mantan Kabareskrim Susno Duadji bersuara soal adanya makelar kasus pajak senilai Rp 25 miliar. Kasus markus pajak Rp 25 miliar turut menyeret nama pegawai pajak Gayus Tambunan dan memunculkan gerakan menolak bayar pajak karena masyarakat muak dengan perilaku Gayus.
Sebagai pegawai Pajak dengan golongan IIIA, namun kekayaan Gayus cukup membuat geleng-geleng di antaranya rumah mewah di Gading Park View dan apartemen di Cempaka Mas termasuk mobil mewah yang terparkir di halamannya.
Pengadilan Negeri Tangeran memvonis Gayus Tambunan bebas dalam perkara penggelapan pajak pada 12 Maret 2010.
(dnl/nrl)











































