"Ada DPD yang dilarang untuk hadir dalam acara diskusi politik saya. Saya dapat SMS dari Banten katanya sedang dikarantina salah satu calon," kata Marzuki saat memberikan sambutan dalam diskusi politik 'Partai Demokrat Masa Depan' di Krakatau Hall Hotal Mercure Ancol, Jakarta, Senin (29/3/2010).
Cara-cara seperti ini dinilai Marzuki sudah keluar dari aturan main yang santun. Padahal Marzuki sengaja menunda acaranya untuk membiarkan kader PD mengikuti acara Andi Malarangeng dan Anas Urbaningrum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal saya sengaja tunda acara supaya saudara bisa menghadiri deklarasi Pak Andi, silaturahminya Mas Anas," lanjutnya.
Senada dengan Marzuki, Ketua DPP PD Max Sopacua menilai demokrasi beretika dan damai yang disarankan SBY sudah mulai dinodai. "Jangan ada DPD punya majikan di DPP. Mudah-mudahan kalau Pak Marzuki terpilih akan ada reward and punishment yang diberlakukan partai ini," papar Max.
"Demokrasi akan kita bangun supaya sesuai dengan nama kita 'Demokrat'. Ingat pesan SBY, bersainglah dengan santun," tutupnya.
Janjikan Perbaiki Infrastruktur
Jika calon ketum PD Andi Mallarangeng menjanjikan suara PD bisa capai 30 persen jika bisa memimpin PD, Marzuki Alie memilih akan memperbaiki infrastruktur PD di daerah. Marzuki kecewa baru 1 gedung DPD yang sudah menjadi hak milik.
"Baru Sumsel yang punya kantor DPD sendiri, yang lain masih sewa. Insyaallah, kalau saya, punya komitmen bagaimana PD punya infrastruktur yang baik," janji Marzuki.
Β
Dengan memperbaiki infrastruktur, Marzuki berharap perolehan PD akan mampu terdongkrak pada Pemilu 2014. "Kita gerakkan mesin politiknya di 2014. Bagaimana punya gerakan politik manakala tidak punya tempat untuk berinteraksi, berdiskusi," papar Marzuki.
(van/yid)










































