Aksi massa yang tergabung dalam Forum Diskusi Pendidikan (FDK) Sumut ini dimulai dari kawasan tugu Jl. Gatot Subroto Medan. Di kawasan ini, massa menggelar orasi dan membagi-bagikan pernyataan sikap kepada pengendara yang melintas di lokasi aksi.
Sakitar satu jam menyampaikan orasi, massa kemudian long march melintasi Jl. Maulana Lubis menuju gedung DPRD Sumut di Jl. Imam Bonjol Medan. Mereka pun menggelar teatrikal, mengkritik pemerintah yang dinilai tidak bijak memberlakukan Ujian Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mahasiswa juga secara tegas menolak Ujian Nasional dijadikan standard kelulusan karena tidak dapat dijadikan tolak ukur kemampuan siswa," kata Gultom.
Menurut Gultom, Ujian Nasional sarat dengan kecurangan, baik dilakukan siswa, pihak sekolah dan pihak-pihak lain untuk mencari keuntungan pribadi. Aksi ratuan massa mendapat tanggapan dari anggota DPRD Sumut. Dalam tanggapannya, Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga berjanji akan melanjutkan aspirasi pengunjukrasa kepada DPR RI di Jakarta.
"Kami sepakat dengan mahasiswa. Untuk itu, kami akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada DPR RI agar mengkaji ulang penting tidaknya Ujian Nasional," kata Ritonga.
Usai menyampaikan pernyataan sikapnya, massa meminta anggota dewan menandatangani petisi yang selanjutnya diharapkan dikirim kepada DPR RI melalui faximile.
(rul/djo)











































