Kehadiran Ibas Sinyal Kuat SBY Dukung Andi, Bisa Picu Perpecahan

Bursa Ketum PD

Kehadiran Ibas Sinyal Kuat SBY Dukung Andi, Bisa Picu Perpecahan

- detikNews
Senin, 29 Mar 2010 11:49 WIB
 Kehadiran Ibas Sinyal Kuat SBY Dukung Andi, Bisa Picu Perpecahan
Jakarta - Putra Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, hadir dalam deklarasi calon ketua umum Partai Demokrat, Andi Mallarangeng. Kehadiran Ibas mengesankan SBY mendukung Andi dan bisa memicu bibit perpecahan di internal PD.

"Kehadiran Ibas dan para menteri mengesankan SBY memberi restu politik ke Andi. Ini bisa menimbulkan bibit perpecahan internal partai, sebab akan ada kandidat yang merasa tersakiti jika Cikeas tidak netral," kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi kepada detikcom, Senin (29/3/2010).

Menurut dia, kehadiran Ibas dan elite PD bertentangan dengan pernyataan normatif SBY yang menegaskan tidak akan menganakemaskan salah satu kandidat dan menjadikan PD partai yang moderen.

"Jadi ada kesan yang tertancap kuat, Cikeas mendukung Andi. Dukungan ini secara tidak langsung. Ini juga tidak konsisten dengan keinginan SBY agar semua kandidar menawarkan  paket program untuk perbaikan PD, bukan mencari dukungan dari atas. Kalau ada calon yang menarik, SBY, keluarga dan orang dekatnya harus menahan diri," papar Muhtadi.

3 Kandidat Kuat


Muhtadi memprediksi hanya ada 3 calon kuat ketum PD. Mereka adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie. Namun, dukungan terhadap para calon juga masih cair.

"Dari ketiga calon punya basis dukungan yang berbeda. Marzuki kemungkinan besar dapat dukungan di Sumatera Selatan, Andi di Sulawesi, Anas sejauh ini lebih leading karena dapat dukungan dari Jawa Timur, NTB dan Bali. Peta dukungan masih sangat cair dan bisa berubah," kata Muhtadi.

Muhtadi mengatakan Kongres PD sebaiknya menjadi ajang penyapihan ketergantungan kepada SBY. "Selama ini, PD dianggap partai SBY. SBY harusnya mempercepat modernisasi PD dengan cara mengurangi ketergantungan PD terhadap dirinya," kata Muhtadi.

SBY, lanjut dia, juga harus melakukan desain terencana agar PD bisa melembagakan jaringan partai, modernisasi partai dan mencetak kader militan.

"Sebab, SBY tidak bisa maju lagi tahun 2014 karena kendala konstitusi dan alamiah," cetus dia.
(aan/nrl)


Berita Terkait